AIR TANAH

Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 43 th 2008, Air tanah menurut defenisinya adalah air yang terdapat dalam lapisan tanah atau batuan di bawah level permukaan tanah.
Air tanah berkumpul pada lapisan akuifer yang merupakan batuan jenuh air tanah yang dapat menyimpan dan meneruskan air tanah dalam jumlah cukup dan ekonomis.

Sumber Air Tanah berasal dari resapan air hujan, resapan air sungai, air danau atau air laut, dan kemudian berkumpul pada lapisan akuifer (jenuh).

Sumber daya air termasuk air tanah dikelola dengan memperhatikan prinsip keseimbangan antara upaya konservasi dan pendayagunaan air tanah

AIR TANAH

air tanah

Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia no 43 th 2008, Konservasi Air dilakukan secara menyeluruh pada cekungan tanah yang mencakup daerah imbuhan dan daerah lepasan air tanah, melalui

  1. perlindungan dan pelestarian air dalam tanah, diantaranya melalui kegiatan seperti
    • melindungi daerah resapan air dalam tanah / imbuhan air tanah,
    • melindungi struktur dalam tanah terutama lapisan akuifier (tempat berkumpulnya air tanah) dan melarang melakukan kegiatan pengeboran, penggalian atau kegiatan lainnya yang merusak lingkungan radius 200 m dari lokasi mata air.
    • membatasi penggunaan air dalam tanah, kecuali untuk pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari.
    • menciptakan daerah imbuhan baru
  2. pengawetan air dalam tanah, yang dimaksud adalah menjaga keberadaan dan kesenambungan ketersediaan air dalam tanah, kegiatan yang dapat dilakukan diantaranya
    • menghemat dan pengendalian penggunaan air dalam tanah (menggunakan air dalam tanah secara efektif dan efisien untuk berbagai macam kebutuhan, menggunakan air tanah sebagai alternatif terakhir)
    • meningkatkan kapasitas imbuhan air dalam tanah dengan memperbanyak jumlah air permukaan yang menjadi air resapan melalui imbuhan buatan.
  3. pengelolaan kualitas dan pengendalian pencemaran air dalam tanah
    • mencegah air limbah masuk ke dalam tanah
    • membuat sistem pengolahan limbah cair
    • memulihkan kualitas air dalam tanah yang sudah tercemar

air tanah

Menurut pasal 55, hak guna pakai air dari pemamfaatan air dalam tanah diperoleh tanpa izin apabila untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari bagi perseorangan dan pertanian rakyat dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut

  1. daya dukung akuifer terhadap pengambilan air tanah
  2. kondisi dan lingkungan air tanah
  3. kawasan lindung air tanah
  4. pemamfaatan air tanah yang sudah ada
  5. data dan informasi inventarisasi pada cekungan air tanah
  6. ketersediaan air permukaan